Kami

Tiga Sudut Pandang adalah tulisan dari tiga kepala yang memiliki cara berbeda dalam memaknai kata merangkai asa. Sudut pandang tidak untuk diperdebatkan. Semuanya hanya sebagai tumpahan rasa. Tulisan yang menjadi berharga karena ditulis dengan sepenuh jiwa walaupun itu hal yang gila..Selamat mencecap tiga rasa..dari kami yang memiliki tiga sudut pandang yang berbeda

Sahabat Masa Kecilku

Sahabat Masa Kecilku Ada dua orang berharga yang mewarnai masa kecilku. Yang pertama bernama mas parno. Selisih umurnya denganku kira-kira 20tahunan, sepantaran dengan bulik-bulikku. Rumahnya tidak jauh dari rumahku. Aku sering menghabiskan waktu dirumah keluarga besarnya, sambil melihat ayam-ayam kesayangannya. Terkadang diajarin main kartu, diajak nonton voli, makan bakso, atau sekedar nonton tv. Mas parno … Lanjutkan membaca Sahabat Masa Kecilku

Rindu

Ayam gongso Hampir lima tahun dari 2004-2009Belajar dan dituntut hidup mandiri disiniTidak hanya teori tapi langsung praktek ilmu dari kampus saat jadi anak kos Jatah bulanan dari orangtua yang Alhamdulillah, harus dicukup-cukupkan tiap bulannyaTransferan hanya terjadi sebulan sekali itupun diawal bulan heheheheNah disinilah jiwa ekonomi kita diasah dengan sangat bagus oleh keadaanBagaimana semua kebutuhan tercukupi … Lanjutkan membaca Rindu

Nanar

Part 1 (pikiran) Hampir fajar, aku masih terjaga, dongeng tentang sang putri yang tertidur setelah memakan apel dari sang penyihir tak lagi membuatku terlena, cerita anak tiri meninggalkan sepatu kaca disuatu pesta tak juga berguna, aku bosan, dengan plot yang selalu sama, putri teraniaya, kemudian bertemu pangeran gagah baik hatinya, lalu bahagia hingga tua. Sungguh … Lanjutkan membaca Nanar

Doppelganger

Pada malam terakhir jasadku tertinggal ada waktu-waktu menjadi bohong kalau tak menggariskan sesal, meski telah habis masa dimana antara disini atau kembali adalah harapan, katakan saja begini namanya menerima, biar lebih anggun beberapa hembusan nafas panjang menyamarkan jeritan. Selaras masam mukaku mulai memahat senyum, tepat dipunggungku langit sedang memilin ujung kuas menuliskan bukan, berapa kali … Lanjutkan membaca Doppelganger

Sehabis

Seringkali masih ada sisa teriakan itu berpusing dalam kepalaku, mendengung tak karuan sekaligus berpilin layakna ribuan pita kaset yang ujungnya bersatu, kusut lalu menggumpal. Aku yang pernah begitu tunduk bahkan memuja tentu tak mudah luput begitu saja hilang, entah dia yang begitu memukauku atau aku yang diam-diam masih ingin kembali memeluk erat.Tak banyak yang tau, … Lanjutkan membaca Sehabis

Antonim

Nampaknya kita berkebalikan, berseberangan. Hingga pada titik ini aku memilih diam. Untuk tidak membebani, menimbulkan benci. Kubaca dan kembali kubaca semua baris percakapan Aku tidak juga bertemu paham dan bahkan menyerah untuk mencari sukamu Karena semua hal berujung pada benci Karena apa yang menjadi sukaku adalah hal-hal yang tidak perlu Karena semuanya bukan tentang aku … Lanjutkan membaca Antonim